LIAN HEARN : KISAH KLAN OTORI BUKU I,II,III,IV

In 2002 I was living in a traditional Japanese house in a small village in Yamaguchi prefecture as part of the Shuho-cho International Cultural Exchange program. Three years previously I had spent several weeks in the same part of Japan, at the Akiyoshidai International Arts Village where I started writing Across the Nightingale Floor. That book had grown into a trilogy; it had just been published and had already been sold into over 20 countries. The film rights had been bought by Universal Studios. I had gone to Japan to research another project, set in the 19th century, and was struggling with reading Japanese and trying to fathom the complexities of the bakumatsu and the Meiji Restoration. In between studying I explored the surrounding countryside by bicycle and on foot.

Grass For His Pillow and Brilliance of the Moon were already finished and I thought I was moving on from the world of the Otori, but as soon as I was back in the landscape that had originally inspired me I found the characters began to come alive inside my head once more. One night I could not sleep because of the brightness of the moon; I heard something moving around outside on the veranda. I went to see what it was: a tanuki was staring at me with its round beady eyes, the splash of white on its head shining in the moon. I was transfixed; for me it was like seeing a unicorn or some other mythical animal. Of course, it was an ordinary creature, as I found out, very fond of bacon rind and chicken bones, but that night when I went back to bed, marvelling that something out of a legend was living under my house, I began to think about Shigeru’s life and was seized by the desire to find out more about it, to write a prequel and fill in all that is only hinted at in AtNF.

I immediately made pages of notes and started writing as soon as I got back to Australia early in 2003. At the same time I was editing Grass and Brilliance, and seeing them through the publishing process. By the time I was half way through Heaven I had decided the Tales needed a sequel as well as a prequel. I went straight from the end of Heaven to writing The Harsh Cry of the Heron. I wanted the two new books to echo and mirror each other, and I also had to opportunity to put into the trilogy anything I needed to set up or to resolve.

I wrote obsessively : I had both books written down by hand in notebooks by 2005 – nearly half a million words. They were typed up and I made many additions and corrections, finally sending them to my agent in October of that year. Harsh Cry of the Heron was published in 2006 and Heaven’s Net is Wide in August 2007.

It ends where it all began, with the encounter on a mountain path between a boy fleeing his burning village and a mysterious warrior who saves his life.

(Lian Hearn : http://www.lianhearn.com/ending_and_beginning.html)

Dalam buku Ebook yang saya rangkum dari kisah Klan Otori yang sangat terkenal, gabungan dari beberapa buku yang dikarang oleh Lian Hearn Terangkum dalam satu Ebook Sehingga dalam membaca Tetralogy karya Lian Hearn pembaca dapat langsung menamatkan kisah 4 judul buku tersebut. Selamat membaca…

1. A cross the nightingale Floor :

Sinopsis Buku: Di kastilnya di Inuyama, Lord lida Sadamu — pemimpin klan Tohan yang kejam — memandangi nightingale floor miliknya yang megah. Tak seorang pun mampu melintas di atasnya tanpa membuat lantai itu bernyanyi. Namun ada seorang anak muda yang memiliki kemampuan luar biasa: pendengaran yang sangat tajam, mampu berada di dua tempat sekaligus, serta mampu menghilang. Ia berhasil melintasi lantai itu tanpa berbunyi, bukan hanya untuk membalas dendam atas kematian keluarganya, tetapi juga untuk menyelamatkan gadis yang ia cintai

2.Grass for the Pillow

Sinopsis Buku: Takeo memulai latihannya bersama Tribe yang hendak menjadikan dia pembunuh yang paling mematikan. Saat kemampuan supernaturalnya yang semakin meningkat, Takeo mulai mengetahui lebih banyak tentang Tribe, tentang ayah angkatnya—Otori Shigeru—dan juga tentang identitas dirinya sendiri. Dan dia sadar, jika dia mengakui haknya sebagai pemimpin Klan Otori, maka Tribe akan memburu dan membunuhnya.

Sementara itu, Kaede—yang terpisah dari Takeo—kini memiliki peran kunci di antara para pemimpin klan. Dapatkah dia, seorang perempuan, menentukan masa depannya sendiri, dan menggunakan kecerdikan untuk berperan di dunia para ksatria? Akankah sepasang kekasih ini terpisah untuk selamanya?

3. Brilliance of the Moon :

Sinopsis Buku: Takeo memulai latihannya bersama Tribe yang hendak menjadikan dia pembunuh yang paling mematikan. Saat kemampuan supernaturalnya yang semakin meningkat, Takeo mulai mengetahui lebih banyak tentang Tribe, tentang ayah angkatnya—Otori Shigeru—dan juga tentang identitas dirinya sendiri. Dan dia sadar, jika dia mengakui haknya sebagai pemimpin Klan Otori, maka Tribe akan memburu dan membunuhnya.

Sementara itu, Kaede—yang terpisah dari Takeo—kini memiliki peran kunci di antara para pemimpin klan. Dapatkah dia, seorang perempuan, menentukan masa depannya sendiri, dan menggunakan kecerdikan untuk berperan di dunia para ksatria? Akankah sepasang kekasih ini terpisah untuk selamanya?

Kisah ini akan mengantar kita ke zaman feodal Jepang yang penuh dengan intrik, dendam, ambisi, dan cinta. ****

4. The Harsh Cry of the Heron :

Sinopsis Buku: Lord Otori Takeo beserta istrinya Kaede telah memerintah selama lebih dari enam belas tahun.Tiga Negara menjadi negeri yang kaya, damai dan sejahtera. Burung suci, houou, bersarang di Terayama dan hewan dalam dongeng, kirin, muncul di tepi pantai. Agaknya Nirwana tengah tersenyum pada mereka.

Namun keberhasilan mereka menarik perhatian Kaisar dan jenderalnya, Lord Saga Hideki, yang mengincar seluruh kekayaan Tiga Negara, terutama pewaris Takeo, putri sulungnya, Shigeko, yang kini sudah cukup usia untuk menikah.
Di saat yang sama, tindak kekerasan dan pengkhianatan dari masa silam tak hilang terkubur begitu saja. Keluarga Tribe yang membelot, Kikuta, berusaha membalas dendam. Mereka ingin bersekutu dengan adik ipar Takeo, Arai Zenko, yang tak pernah bisa melupakan maupun memaafkan kematian ayah kandungnya dengan cara yang memalukan. Tidak seorang pun bisa lepas dari incaran Tribe untuk selamanya.
Takeo mengkhawatirkan banyak hal lain, lebih dari segalanya, kedua putri kembarnya, Maya dan
Miki, dengan kemampuan aneh yang mereka miliki, membawa mereka masuk ke dunia penuh bayangan
dan hantu.
Dan rahasia-rahasia lain yang tak bisa terus disembunyikan rapat-rapat. Segala yang telah
diraihnya bersama Kaede berada di ujung tanduk.

Code :

http://www.ziddu.com/download/9920298/KisahKlanOtoriIIIIIIIV.pdf.html

<Click here to direct download from Ziddu>

(Silahkan berikan komentar dan saran anda setelah mendownload buku tersebut. Terima kasih)

  1. te oll
    June 25, 2012 at 00:30

    great story

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 418 other followers

%d bloggers like this: